Sabtu, 25 Agustus 2012

Telur Pindang

Punya sisa telur banyak di rumah, tapi bosan diceplok, didadar atau direbus gitu-gitu aja tiap hari? Bikin telur pindang, yuks! (gayanya, padahal saya belum pernah bikin sendiri :P). Telur pindang adalah telur yang diawetkan dengan cara digarami, dibumbui serta direbus dalam waktu yang cukup lama. Ketika mama membuatnya kemarin sebelum lebaran, saya pikir telur pindang adalah objek tepat untuk dimasukkan ke dalam blog. Sekalian belajar masak (dengan lumayan agak lebih sungguh-sungguh :D). Telur pindang cukup luwes dipadukan dengan masakan Indonesia apa saja. Niat mama adalah menyandingkan telur ini pada sajian ketupat opor lebaran namun malah terlupakan kami saking banyak pernak-pernik lauk pauk lain. Oh ya, sebagai camilan (tanpa bersanding dengan lauk pauk atau makanan pokok lain) sehat, telur pindang juga enak. Rasanya asin, gurih-gurih dan teksturnya agak padat kenyal-kenyal, beda dengan jika direbus biasa.

Resep Telur Pindang

Maaf, jangan tanya berapa jumlah pastinya untuk masing-masing bahan, ya, soalnya saya ngelihat panci sudah dicemplang-cemplungin bahan-bahan begitu saja. Menghitung jumlah telur saja  malas :D Kira-kira komposisi bahan-bahannya dari yang terbesar sampai yang terkecil adalah sebagai berikut : Air, telur yang sudah dibersihkan, garam, daun jambu biji, kulit bawang merah, daun salam, kulit bawang putih.

Ini penampakan bahan-bahan sebelum air menutupi seluruh permukaannya

Perebusan dilakukan tanpa ditutup pancinya. Mulanya menggunakan api sedang sampai air mendidih, lalu apinya kecilkan. Rebus selama 1,5 jam sampai airnya tinggal sedikit dan telurnya tampak kecokelatan. Boleh ditinggal-tinggal, tapi sesekali ditengokin untuk diaduk-aduk (telur di bagian bawah di-ke-atasin dan sebaliknya) bentar dan dikontrol jumlah airnya.

Penampakan akhir telur pindang

Jangan sedih bila di rumah atau rumahnya tetangga tidak ada daun jambu biji. Daun jambu biji bisa diganti dengan daun teh. Mama menggunakan daun jambu biji karena beliau tidak begitu suka dengan aroma daun teh di telurnya. Kedua bahan ini sama-sama mengandung senyawa tanin. Senyawa tanin terdiri dari katekin, leukoantosianin, dan asam hidroksi yang masing-masing menimbulkan warna bila bereaksi dengan ion logam (1). Selain berpengaruh terhadap warna kecokelatannya Si Telur Pindang, tanin juga bisa menimbulkan rasa sepat (menambahkan kedua daun ini kebanyakan kayaknya kurang bijak). Jasa baik senyawa tanin lainnya kepada telur pindang antara lain memperpanjang usia telur melalui penghambatan mikroorganisme pembusuk. Tekstur telur pindang yang kenyal-kenyal ketika digigit juga berkat penggumpalan protein telur oleh senyawa tanin (2).    

Sumber :
(1) Winarno, FG, 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
(2) Netti Nur Azizah, 2008. Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit dari Daun Jambu Biji (Psidium guajava   L.) Penghasil Antibakteri terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar