Selasa, 02 Oktober 2012

Daun Pandan



Ayo, kita bercerita lagi. Kali ini tentang daun pandan. Sebelumnya, bayangkan Anda mengambil beberapa helai daun pandan, menghaluskannya bersama air, sampai aromanya yang khas membuat Anda terpaksa berhenti dan menikmati momen berharga ini  :)

The Vanilla of Indonesia adalah sebutan bagi daun pandan. Tak berlebihan, disebut demikian karena sifat aromatisnya yang khas dan banyak digunakan untuk meningkatkan nilai penampilan (warna) sekaligus aroma berbagai kuliner di Indonesia, khususnya jajanan tradisional (1). Wilayah-wilayah Indonesia memiliki sebutan khas untuk primadona satu ini antara lain Pandan Rampe, Pandan Wangi (Jawa); Seuke Bangu, Pandan Jau, Pandan Bebau, Pandan Rempai (Sumatera); Pondang, Pondan, Ponda, Pondago (Sulawesi); Kelamoni, Haomoni, Kekermoni, Ormon Foni, Pondak, Pondaki, Pudaka (Maluku); Pandan Arrum (Bali), Bonak (Nusa Tenggara) (2).  

Sekarang sudah ada bahan tambahan pangan sintetis yang meniru sifat warna dan aroma daun pandan. Demi memudahkan hidup kita semua. Hanya menurut orang-orang tertentu, aroma-warna yang ditimbulkannya masih kurang mendekati asli. Tak sulit membedakan mana yang memakai daun pandan asli mana yang tidak. 

Jadi, hidup daun pandan (lebay)! 

Saya dan mama biasanya membuat ekstrak daun pandan berdasarkan feeling so good. Jadi asalkan warna bahan makanan yang ditambahkan ekstrak, hijau dan harumnya sudah oke, segitulah jumlah daun pandan yang digunakan. Tergantung jumlah bahan yang di-pandan-i. Oh ya, ketemu tips membuat pasta pandan alami yang menarik untuk dicoba, jadi bisa disimpan trus langsung dipakai gitu nantinya. Sumbernya  di salah satu artikel blognya Mbak Hesti. Seperti biasa saya juga belum praktek :)

Pandan yang sering kita pakai buat masak termasuk spesies pandan wangi alias Pandanus ammaryllifolius, termasuk genus Pandanus.  Warna hijau dari daun pandan berasal dari pigmen klorofil. Klorofil sendiri terdapat dalam berbagai macam tumbuhan, tersimpan dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintetis (3). 



Pandan wangi termasuk pendek tingginya sekitar 2 meter dan merupakan perdu tahunan. Batangnya menjalar, pada pangkal dan cabang keluar akar tunjang. Daun berwarna hijau kekuningan, diujung daun berduri kecil. Bagian ujung ini, kalau diremas baunya wangi. Helai-helainya berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar. Panjang daun 40 - 80 cm serta lebar 3 - 5 cm. Kandungan kimia di pandan wangi antara lain alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, polifenol dan zat warna (2). Tanaman ini tumbuh di daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembab tumbuh subur dan liar (5). Termasuk di pekarangan belakang rumah ortu saya :)

Dalam dunia kuliner Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, pandan berfungsi sebagai pengharum kue, pewarna hijau dan komponen hiasan dalam penyajian. Sementara untuk non kuliner, pandan bisa dirangkai bersama bunga di pesta perkawinan atau untuk mengharumkan ruangan. Sebagai rempah-rempah tanaman ini dapat digunakan dalam pembuatan minyak wangi. Irisan daun pandan muda dicampur bunga mawar, melati, cempaka dan kenanga, sering diselipkan di sanggul supaya rambut ketularan harum atau diletakkan di antara pakaian dalam lemari (2). Saya pernah nonton adegan salah satu film nasional, setting-nya jaman dulu kala, dimana helaian daun pandan direndam air kemudian airnya dipercik-percikan ke baju sebelum disetrika. Kayaknya karena saat itu ceritanya belum ada modelnya T***A dan R****A ya :) Karena kandungan senyawa kimia tertentu didalamnya, pandan wangi juga bisa mengobati penyakit/masalah tubuh antara lain rambut rontok, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, Lemah saraf (neurastenia), tidak nafsu makan, rematik, pegal linu, sakit disertai gelisah (4).



Sumber :

(1) Artikel "Daun Pandan, Penyedap Jajanan Tradisional" oleh Christina Andhika Setyanti, 26 Juli 2012 di http://female.kompas.com/read/2012/07/26/11175722/Daun.Pandan.Penyedap.Jajanan.Tradisional
(2) Laporan Akhir Karya Tulis Ilmiah "Pengaruh Ekstrak Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) 6 mg/grBB terhadap Waktu Induksi Tidur dan lama Waktu Tidur Mencit Balb/C yang Diinduksi Thiopental 0,546 mg/20mg BB" oleh Ery Weni Asmoro Dewi Program Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro : Semarang http://eprints.undip.ac.id/8067/1/Ery_Weni_Asmoro.pdf
(3) Laporan Tugas Akhir "Uji Stabilitas Zat Warna dari Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) Menggunakan Spektrofotometer" oleh Muh Yahya Nashirudin Program Diploma Teknik, Universitas Diponegoro : Semarang http://eprints.undip.ac.id/31873/1/MUH_YAHYA_NASHIRUDIN.pdf
(4) Artikel Tanaman Obat "Pandan Wangi" dari website http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=124
(5) Artikel "Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolius Roxb.)" dari website http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/lipi_pdii/pandanwangi.htm

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar