Kamis, 01 November 2012

Ongol-Ongol

Camilan tradisional satu ini pasti tidak menyisakan rasa bersalah  saat dikonsumsi. Bahan bakunya sederhana dan tidak banyak lemak. Apalagi jika pemanis yang ditambahkan seluruhnya adalah gula aren. Konon kabarnya, pemanis ini tidak cepat menaikkan kadar gula darah (1). Jadi bagus buat yang lagi hati-hati makan yang manis-manis (seperti penderita diabetes). Karena sederhana pula, ongkos bikinnya pun tak mahal dan relatif mudah membuatnya. Yang diperlukan hanya tangan yang rela disuruh mengaduk agak lama dan perhatian ekstra saat pemanasan adonan ongol-ongol, supaya tidak lekas gosong.

Ngemil ongol-ongol tak perlu banyak khawatir
  
Resep dibawah diadaptasi dari punya Odilia Winneke - detikFood.com
Resep Ongol-Ongol
Adonan dasar
Tepung sagu aren     125 g
Air                           375 g
Gula aren                 120 g
Gula pasir                 2 sendok teh muncung
Daun pandan            2 lembar

Taburan
Kelapa parut             sesuka hati
Garam                      sesuka hati

Adonan grunjul-grunjul

Cara Membuat :
1. Lelehkan, panaskan gula aren/gula jawa dengan air (225 ml) dan daun pandan. Diamkan hingga kotoran mengendap.
2. Campur rata tepung sagu aren dengan sisa air. Saring. Campurkan dengan air gula - pandan yang telah disaring terlebih dahulu. Saring lagi.
3. Masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk. Matikan api ketika adonan sudah berwarna cokelat gelap agak bening dan kental (seperti di foto).
4. Cetak di loyang brownies.
5. Setelah set dan dingin, lepas dari cetakan, potong-potong dan taburi dengan kelapa parut kukus yang telah digarami.

Catatan Ublek-Ublek :
1. Sebelum dimasak, semua adonan dasar disaring terlebih dahulu.
2. Air yang tertera di resep sebenarnya lebih. Jumlahnya tidak saya catat, hehe. Pokoknya kalau adonan terlihat terlalu kental, angkat dari api, tambah air sedikit-sedikit (kurang lebih 75 ml), aduk sampai menyatu, panaskan lagi. Begitu seterusnya sampai dirasa kekentalannya pas.
3. Awalnya, adonan mengental tapi warnanya masih cokelat muda (kayak kopi susu gitu warnanya). Terus dipanaskan sambil diaduk-aduk, dijaga jangan sampai gosong.
4. Sebenarnya, saya terlalu nafsu memanaskan adonan sehingga terlalu kental dan susah dicetak rapi. Jadi grunjul-grunjul, seperti di foto. Untunglah taburan kelapa parut telah menyelamatkan penampakan ongol-ongol saya (membela diri :D).
5. Orang rumah bilang ongol-ongol ini enak. Tapi mungkin karena hanya pakai gula aren dan tambahan gula pasir yang sedikit, rasanya sedikit kurang manis.

Sumber :
(1) Artikel "Kenapa Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Pasir?" oleh Vera Barah Bararah tanggal 11 Januari 2011 dari website  http://health.detik.com/read/2011/01/11/075447/1543689/766/kenapa-gula-aren-lebih-sehat-dari-gula-pasir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar