Tampilkan postingan dengan label Cerita Kuliner Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kuliner Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

12/08/2013

Seblak Basah

Pas sedang main ke sebuah pameran bulan Oktober lalu, saya menemukan sebuah stand yang cukup mencolok. Ada X banner bergambar ibu-ibu gendut berkacamata memakai celemek, beserta sebuah meja sederhana dimana disusun banyak tumpukan paper cup dengan berlogo si ibu. Judulnya Mommy Seblak Basah (@mommyindo)

Seblak basah? Apaan tuh


Rupanya mereka menawarkan makanan tradisional khas Garut, Jawa Barat dengan konsep lebih modern. Ide kreatifnya adalah membuat seblak basah yang dapat dibuat lebih mudah oleh konsumen, tinggal diseduh air panas, semudah mengosumsi mie instant dalam papercup. Awalnya agak ragu membeli, tapi berhubung penasaran dan malu udah sok-sokan nanya ini itu kayak wartawan ibu kota hihi, saya pun jadi membeli. Harganya cukup terjangkau kalau nggak salah Rp 11.000. Di dalam kemasannya sudah tersedia semacam kerupuk tapioka setengah matang, minyak sayur, bumbu rempah, bubuk cabai, serta potongan sosis dan bakso sebagai pelengkap. Menyiapkan seblak basah instant ini super gampang, seduh kerupuk tapioka dengan air panas, tutup diamkan 3-5 menit (kalau saya lebih dari itu agar kerupuknya benar-benar matang), buang air seduhannya melalui lubang yang tersedia, masukin deh bumbu dan pelengkapnya, plung-plung


Cita rasanya aneh-aneh unik, rasa pedas dan gurih menjadi satu. Saya tidak memasukkan seluruh bubuk cabai takut perutnya mules. Tekstur seblak basah yang diproduksi di Cimahi, Jawa Barat ini "lucu" banget, lembut dan agak kenyal-kenyal. Bagi yang bosan makan mie instant dalam kemasan papercup, sajian khas Indonesia ini  bisa dicoba lho :)


Jadi penasaran ingin mencicipi seblak basah versi nggak instant. Tapi apa boleh dikata, nun jauh di Bandung sono ;(. Denger-denger jajanan kaki lima murah meriah ini lumayan hits di Kota Kembang. Awalnya menggunakan bahan dasar berupa kerupuk Sumber Sari, itu tuh kerupuk berwarna oranye yang biasa digunakan abang-abang penjual nasi goreng, bubur ayam, nasi kuning, kupat tahu dan lain-lain sebagai taburan. Dalam perkembangannya, kerupuk yang digunakan bervariasi, bahkan ada yang menggunakan kerupuk ikan tenggiri. Asal jangan kerupuk udang karena mempengaruhi aroma dan tekstur. Inovasi seblak basah terus berlanjut dengan digantikannya kerupuk oleh makaroni, kwetiau, ceker ayam. Bumbu dasarnya cukup sederhana antara lain bawang putih, cabai, garam, dan kencur. Ada yang menambahkan bawang merah, tomat dan daun bawang. Tiap penjual memiliki kekhasannya sendiri. Pastinya, seblak basah yang enak identik dengan rasa pedas dan aroma kencur yang kuat. Kini, seblak basah "naik derajat" dengan dicampurkannya telur, ayam suwir, bakso, sayuran, mie, sosis. Tentu saja nilai gizi dari kuliner Indonesia ini ikutan naik. Yah, memang kalau dibayangkan seblak basah mirip-mirip mie atau kwetiaw rebus. Alkisah, dulu orang Garut kesulitan mendapatkan mie karena mahal harganya sehingga digantilah dengan kerupuk.

Kalau mau menyajikan seblak basahnya Mommy Seblak Basah mah gampang, membuat seblak basah yang nggak instant sedikit mengeluarkan keringat. Tidak se-hiperbola itu ding hehe, beberapa blogger mengatakan pembuatan seblak basah ini relatif mudah. Adonan kerupuk direndam di air panas/direbus atau dikukus sampai matang lalu ditiriskan. Bumbu-bumbu seperti bawang, kencur, cabai, garam dihaluskan kemudian ditumis sampai harum. Kemudian cemplungkanlah kerupuk yang telah dimasak sebelumnya beserta telur, ayam suwir, sayuran, sosis, bakso. Jika berminat nyeblak bisa dilihat resepnya disini  :)

Sumber :
www.okefood.com
www.sayangi.com 
www.aruniayulestari.blogspot.com
www.food.detik.com
 

 

1/17/2013

Wajit Cililin

Perjumpaan kedua dengan wajit yaitu melalui oleh-oleh teman saya. Kebetulan ia habis berlibur dari Purwakarta, Jawa Barat. Kelezatan wajit yang teman saya berikan masih terbayang-bayang. Wajit dibungkus tebal dengan daun jagung, rasanya manis, harum gula, serta teksturnya sedikit lengket kayak dodol. Ditambah lagi ada parutan kelapa yang memberi sensasi khusus (beuhh bahasanya). Memang ukuran wajitnya lebih kecil daripada bungkusnya, tapi justru hal tersebut meningkatkan laju penghabisan 1 bungkus besar wajit dalam 2 hari. Ya, karena rasanya uenak tadi. Sayang bungkus primernya sudah kebuang, pokoknya merknya ada unsur Pak "Siapa Gitu".

10/14/2012

Tahu Sumedang

Apa yang membuat tahu sumedang disukai? Perbedaan tekstur antar bagian dalam dan luarnya! Ketika digigit, bagian luar akan terasa kering-renyah sedangkan dalamnya  lembab-lembut. Sayang sensasi ini hanya bisa dinikmati saat tahu masih hangat-hangatnya dari penggorengan. Jika tahu dingin dan telah disimpan lama, kurang sip, tapi masih enak sih :D Ukuran yang kecil-kecil ditambah rasanya yang gurih-gurih gimanaaa gitchu, pasti bikin kita ketagihan. 


Tahu Sumedang yang nggak kopong

Walaupun ada embel-embel Sumedang, tahu sumedang diciptakan pertama kali oleh warga keturunan Cina. Kata tahu sendiri berasal dari bahasa Cina yaitu Tao Hu (Tao : Kacang ; Hu : Lumat) yang sering juga disebut lidah eh, daging tak bertulang. Tersebutlah Ong Kino, seorang imigran Cina yang hidup di Sumedang terinspirasi membuat tahu dari bahan dasar kedelai, karena cintanya sang istri dengan makanan tersebut. Mula-mula tahu yang dibuat terlalu besar dan disiasati dengan dibelah menjadi empat. Kemudian Ong Kino memberi garam ke potongan tahu persegi tersebut. Sekitar tahun 1900-an, tahu Cina ukuran kecil tersebut mulai dipasarkan Ong Bun Keng, anak dari Ong Kino. Bupati Sumedang kala itu, Pangeran Aria Soeriatmadja sampai memuji tahu buatan Ong Bun Keng, Ngeunah ieu kadaharan teh. Mun dijual pasti payu (Makanan ini enak. Kalau dijual pasti laku). Usaha yang dikelola Ong Bun Keng pun semakin maju dan hingga sering disebut Tahu Bun Keng. Tahu ini menjadi cikal bakal tahu sumedang. Awal hanya dikerjakan keluarga hingga akhirnya bisa menyerap tenaga kerja sekitar (1).

Bagaimana cara membuat tahu sumedang (2)? 
Tidak jauh berbeda dengan membuat tahu biasa, namun sebelum menjadi produk akhir, tahu digoreng terlebih dahulu. Berikut ini secara singkat proses pembuatannya :
1. Pembuatan sari kedelai
Pembersihan kedelai dari kotoran, perendaman kedelai, pemisahan kedelai hasil rendaman dari air, penggilingan kedelai, pemasakkan bubur kedelai, pemisahan sari kedelai dengan ampas.
2. Penggumpalan dan pengendapan
Penambahan bahan penggumpal (biang, cuka, batu tahu) ke sari kedelai yang masih panas, pengadukkan sampai terbentuk gumpalan, pemisahan gumpalan yang mengendap dari cairan sisa. Cairan sisa ini sebagian disimpan untuk digunakan sebagai biang. 
3. Penyetakan dan pengepressan
Gumpalan tahu yang  dicetak lalu dipress (ditekan) dan didiamkan hingga cairan sisa benar-benar berkurang.
4. Pemotongan dan penggorengan
Padatan tahu yang telah dipress kemudian dipotong-potong kecil, direndam dalam larutan bumbu. Setelah ditiriskan, tahu digoreng dalam minyak yang banyak dan panas.

Apa yang membuat tahu sumedang enak (3)?
1. Kualitas air yang digunakan. Air di wilayah Sumedang baik untuk pembuatan tahu karena banyak mengandung kalsium sehingga tahunya kenyal.
2.Tahu harus dimasukkan kedalam minyak yang banyak dan benar-benar panas.
3.Tahu sumedang berkulit berintik dihasilkan dari penggorengan tahu yang masih basah.
4. Kebersihan peralatan. Ada sisa kedelai bisa membuat seluruh adonan menjadi asam.


Kemasan tradisional yang khas

Mau cari tahu sumedang yang enak? Pergilah ke Sumedang, Jawa Barat karena di daerah tersebut kuliner ini menjadi khas. Tapi bila Anda di Jakarta, kami merekomendasikan sebuah tempat pembuatan dan penjualan tahu sumedang enak di dekat Balkesmas Panti Nugraha, Cilandak, Jakarta Selatan. Posisinya juga dekat gado-gado turunan yang yahud pula. Namanya Tahu Sumedang Pak Karna. Disini kita bisa berkesempatan menikmati sensasi  yang kami ceritakan diatas, yaitu saat tahu sedang hangat-hangatnya. Tekstur tahu pas di lidah sepaket dengan citarasanya yang gurih. Tahu sumedang Pak Karna dibungkus dalam kemasan tradisional. Oh ya, disini kadang juga dijual tahu sumedang yang diisi dan lontong oncom. Kalau lagi lapar tapi malas makan-makan berat cobalah :

gigit sepotong tahu sumedang hangat bersama cabai rawit hijau, jangan keburu ditelan sebelum Anda mengikutsertakan lontong oncom ke dalam mulut.  Nyam...


Sumber :

(1) Artikel "Legenda "Bun Keng" Tahu Sumedang" oleh tim Pemerintah Kabupaten Sumedang pada tanggal 24 Januari 2011 dari website http://www.sumedangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=188&Itemid=141
(2) Artikel "Cara Membuat Tahu Sumedang yang Enak dan Bergizi" oleh Candra Winata pada tanggal 6 Februari 2012 dari website http://tahusumedangantar.blogspot.com/2012/02/cara-membuat-tahu-sumedang-yang-enak.html
(3) Artikel "Tahu Sumedang, Lezat Berkat Air Tampomas" oleh Cornelius Helmy pada tanggal 7 Januari 2012 dari website http://travel.kompas.com/read/2012/01/07/06465637/tahu.sumedang.lezat.berkat.air.tampomas

8/16/2012

Ketagihan Opak Ketan

Opak Anida (kiri) dan opak Mbak Eny (kanan). Beda "rupa" tapi sama bikin nagih :)


Mau snack yang sehat tapi enak? Opak ketan pilihannya… (intro kayak orang mo jualan aja :D). Snack unik nan sederhana ini dibelikan papa ketika ia pulang dari Cimahi menuju Depok. Merknya Anida, tertera di labelnya : menyediakan makanan ringan khas Karawang. Satunya lagi berasal dari Mbak Eny, dibelikan pas bus jurusan Lembang ke Kampung Rambutan sedang ngetem di Karawang. Kesimpulan, kayaknya opak ketan berasal dari Karawang, dech, hehehe (males riset.com). Opak ketan sukses buat saya ketagihan ngemil. Paling demen sama teksturnya yang renyah, kriuk-kriuk  pas digigit. Rasanya juga enak, gurih-gurih tidak terlalu asin dan bercita rasa ketan yang enak. Snack ini pun “kelihatan” sehat karena dibakar bukan digoreng (tidak berminyak).

Oh ya, saking ketagihannya, saya sampai harus ngemil opak ketan sambil mengetik demi penghayatan tulisan :)


Bahan Penyusun Opak Ketan dan Cara Pembuatannya (saya comot-comot dari beberapa sumber di Mbah Google)

1.    Bahan : Beras ketan, santan kelapa, sedikit garam. Terkadang ampas kelapa ditambahkan untuk menghasilkan efek garing yang lebih. Cara pembuatan : Nasi ( beras ketan yang sudah ditanak) dibuat jadi gindel atau bahan opak yang lembut. Gindel dibuat dengan cara menumbuk nasi dengan lumpang dan halu. Setelah itu, gindel ditekan-tekan pakai pipa kecil seukuran pipa kran air hingga tipis. Tahap berikutnya penjemuran. Opak kering hasil jemuran lalu digunting membentuk bulatan kecil rapi baru dibakar dengan arang 1.

2.    Bahan : Beras ketan, kelapa parut, garam. Cara pembuatan : Beras ketan yang telah ditanak ditumbuk, dicampur dengan kelapa parut dan garam. Setelah halus, dicetak menjadi bulatan-bulatan kecil dengan menggunakan tangan yang dibungkus plastik. Adonan tadi digeleng atau diemple-emple (*garuk-garuk kepala* ditekan-tekan kali ya, maksudnya) hingga permukaannya rata dan tipis kemudian dijemur hingga kering. Baru kemudian digoreng atau dibakar di atas bara api 2.

    3.        Bahan : Beras ketan putih (1 kg), telur (2 butir), kelapa parut minimum ¼ butir kelapa, kalau 3 kg beras ketan dibutuhkan 1 butir kelapa. Cara pembuatan : Cuci beras ketan lalu tanak hingga menjadi nasi ketan. Nasi ketan ditumbuk dan dicampur kelapa parut dan telur. Campuran bahan tersebut dibentuk pipih dengan ukuran sesuai dengan selera. Adonan yang sudah dibentuk dijemur hingga kering di bawah sinar matahari. Jika tidak ada sinar matahari, pengeringan bisa dilakukan dalam ruangan tertutup yang dihangatkan dengan baskom aluminium yang diisi bara dari arang dan abu gosok (hmmm…).Adonan yang sudah kering dibakar pada nampan kawat yang diletakkan di atas bara dan abu gosok. Pemanggangan dilakukan sampai adonan kuning kecokelatan3.

Sumber Tulisan :

1  Arikel “Opak Ketan Rawagede” (publikasi 10 Maret 2010) diunduh dari www.karawanginfo.com.
2  Artikel “Opak Ketan” (publikasi 29 Maret 2012) diunduh dari http://disparbud.jabarprov.go.id

3  Artikel “Bikin Rengginang dan Opak Sendiri “(publikasi 8 September 2011)  diunduh dari http://atikofianti.wordpress.com