Tampilkan postingan dengan label Ublek-Ublek Dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ublek-Ublek Dapur. Tampilkan semua postingan

12/26/2013

Bubur Manado

Merasa bersalah dengan menu diet yang kurang bergizi? 
Kurangi kesalahan Anda, makan bubur Manado! 

Agar tidak menguras kantong, yuk bikin sendiri :D Dalam sepiring bubur Manado tersedia beragam zat gizi yang diperlukan tubuh. Karbohidrat sebagai sumber tenaga berasal dari beras, jagung, ubi dan labu. Protein, zat pembangun, dari tempe goreng dan ikan asin. Serat, vitamin dan mineral disediakan oleh bayam, kangkung dan kacang panjang. Bagi penderita asam urat lain cerita ya, hehe. Sebenarnya bubur Manado buatan kami kali ini terlalu encer, hiks. Pesan moralnya yang dapat dipetik, jangan memasak beras dengan air terlalu banyak di awal. Sayuran yang dimasukkan terakhir-terakhir menyumbang air, membuat bubur bertambah encer. Perbandingan antara air dan beras juga tergantung pada jenis beras yang digunakan, ada yang suka air dan sebaliknya.


Resep Bubur Manado

Bahan-Bahan Bubur :
Beras 220 g
Air 2 - 2,5 liter (tadinya sekitar 3,5 liter jadinya terlalu encer)
Jagung muda  2 batang
Kangkung 1 ikat (kecil)
Bayam 1 ikat (kecil)
Kacang panjang 1 ikat (kecil)
Daun kemangi 3 ikat (kecil)
Ubi jalar (nggak pakai hehe, padahal kalau pake lebih nyam-nyam)
Labu kuning (nggak pakai juga nich hehe, padahal kalau pake lebih nyam-nyam)
Serai (kelupaan pakai)
Garam secukupnya

Pelengkap
Ikan jambal roti/ikan asin goreng
Tempe goreng
Sambal terasi

Cara membuat :
1. Rebus air, garam dan beras sampai setengah matang. Masukkan jagung muda yang telah dipipil, batang serai yang telah digeprek, ubi jalar dan labu kuning.
2. Masak sampai nasi menjadi bubur. Masukkan kacang panjang. Setelah beberapa saat masukkan daun bayam dan daun kangkung. Terakhir ketika hampir matang masukkan daun kemangi.
3. Sajikan bubur Manado hangat-hangat bersama ikan jambal roti goreng, tempe goreng dan sambal terasi.



11/21/2013

Ayam Bakar Pedas Manis

Tadinya mau membuat ayam bakar khas Klaten dengan menggunakan resep Bu Marisa Tamara, soalnya ngidam ayam bakar bercita rasa manis milik rumah makan sederhana langganan. Namun terjadi disorientasi selama di dapur, santan saya hilangkan dengan alasan kemarin menunya sudah berlemak-lemak ria. Kemudian ada bungkusan kecil sisa cabai giling, "Kayaknya pedes-pedes manis juga enak nih, tambah aaah,". Setelah dimasak, ayam bakar ini langsung difoto seadanya lalu saya googling-googling untuk mencari nama yang tepat untuknya. Hasilnya namanya bukan ayam bakar bumbu rujak, bukan ayam bakar bumbu Bali, bukan ayam taliwang, bukan ayam bakar khas Padang. Nah,lo! Ya sudah kita sebut saja ayam bakar malang ini "Si Ayam Bakar Pedas Manis". Berhubung bumbu-bumbu yang digunakan khas Indonesia bukan khas Perancis, sepertinya ni ayam masih relevan untuk masuk Cerita Kuliner Indonesia *maksa*. Cita rasanya tidak terlalu pedas karena gula jawa yang lumayan banyak. Semakin banyak bumbu semakin enak. Semakin dimasak lama dengan api kecil, bumbunya kian meresap. Sisa kuah yang mengental bisa dijadikan "sambal jadi-jadian" yang pas disajikan dengan ayam bakar. Hikmahnya disini kita tidak perlu repot-repot ngulek buat bikin sambal :D


11/20/2013

Nasi Bogana

Zaman kecil, muda, belia dulu, saya pernah diajak makan gratis oleh budhe, tepatnya di sebuah restoran mungil tapi ditata apik, Koko Bogana daerah Jl. Cikajang, dekat Pasar Santa, Jakarta Selatan. Kami mencicipi nasi rames khas Tegal, Jawa Tengah, nasi bogana. Nasi bersama lauk pauknya (yang saya lupa apa jenisnya) disajikan dalam porsi kecil dan dikemas dengan daun pisang. Sedap sekali! Apa juga mungkin karena porsinya sedikit jadi terasa demikian ya, makan di porsi terlalu besar akan mengurangi kenikmatan. Beralih ke zaman sekarang ketika beranjak dewasa :P, ibu mengajak saya membuat nasi bogana sebagai sajian pengajian minggu depan. Mulalilah hari Minggu kemarin kami bereksperimen membuatnya. Ternyata jenis lauk pauknya, terutama apabila kita orang Jawa Tengah, sudah familiar. Artinya dalam beberapa kesempatan seperti lebaran, ada yang sering kita buat. Sebut saja ayam opor, sambal goreng kentang, kering tempe, nasi uduk. Sebenarnya ini masih minus beberapa lauk lain, dengan perbandingan rumah makan selain Koko Bogana hehe, seperti telur (bulat) balado, abon daging basah (sengaja tidak dikeringkan seperti abon pada umumnya), oseng-oseng kacang panjang tempe dan sayur lalapan. Dan yang paling kurang adalah pembungkus daun pisang karena di beberapa kesempatan saya selalu melihat nasi ini dibungkus dengan daun beraroma harum tersebut. Berikut ini bahan-bahan untuk membuat nasi bogana. Maaf beribu maaf berhubung ibu saya yang meracik bahan-bahannya, sedangkan saya hanya bagian mengaduk-aduk di wajan, ngelap-ngelap dan pencucian piring, komposisi bahan-bahan tidak terlalu dicatat apalagi diperhatikan. Prinsipnya keseimbangan saja, jika bahan pembawa cita rasa (seperti ayam, kentang, ati ampela, tempe) jumlahnya banyak, maka jumlah bahan pemberi cita rasa ( bawang, sereh, cabai, laos, daun salam, gula, garam) harus disesuaikan, tidak terlalu sedikit misalnya :D


Nasi Uduk

Bahan :
Beras, air, santan, garam, sedikit sereh dan daun salam

Cara Membuat :
1. Masak beras di rice cooker sampai setengah matang
2. Masak santan dengan garam sampai mendidih, masukkan nasi setengah matang lalu aduk hingga rata
3. Kukus nasi yang sudah tercampur rata dengan santan sampai matang. Pada air untuk mengukus ditambahkan sereh dan daun salam. Ibu sengaja tidak menambahkannya pada nasi langsung karena takut "mengotori" penampakan nasi.

Sambal Goreng Kentang dan Ati Ampela

Bahan :
Kentang (dipotong kotak-kotak kecil, digoreng, ditiriskan), ati ampela (dipotong-potong kecil), udang kecil, minyak goreng untuk menumis, bawang putih, bawang merah, cabai giling, gula jawa, garam, salam, laos, santan.

Cara Membuat :
1. Tumis bawang  merah dan putih yang telah diiris tipis-tipis, sampai harum dan sedikit kecokelatan.
2. Masukkan cabe giling, tumis sebentar sampai harum
3. Masukkan sedikit air, udang dan ati ampela, aduk. Beberapa saat kemudian setelah udang dan ati ampela terlihat matang masukkan santan, aduk rata. Tambahkan gula jawa dan garam.
4. Masukkan kentang dan aduk rata. Kentang dimasukkan setelah santan beserta bumbu, udang, ati ampela telah matang dan meresap baik. Lanjutkan memasak hingga sambal goreng semakin berkurang airnya. Jangan lupa diaduk-aduk dan diawasi apinya supaya tidak gosong pada bagian dasar.

Opor Ayam

Bahan :
Ayam rebus yang sudah disuwir, bawang merah, bawang putih, jahe, salam, laos, daun jeruk, sereh, ketumbar, merica, garam, gula merah, santan

Cara Membuat :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan sampai hilang bau langu, masukkan jahe, salam, laos, daun jeruk, ketumbar. Tumis kembali sampai harum.
2. Masukkan ayam rebus yang telah disuwir, santan, gula merah, merica, garam, matangkan sampai airnya berkurang (tidak terlalu "berkuah" seperti opor ayam pada umumnya). Jika kondisi ini terjadi *hadoooh ribet bahasanya*, matangkan terus selama beberapa saat sambil diaduk-aduk agar tidak gosong.

Kering Kentang & Tempe

Bahan :
Kentang yang diiris kotak tipis-tipis, tempe yang diiris tipis-tipis, kacang tanah
Bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, laos, salam, asam jawa, gula merah, garam

Cara Membuat :
1. Goreng sampai kering tempe dan kentang, sisihkan.
2. Tumis bawang merah, bawang putih, salam, laos, cabai merah keriting sampai harum dan tidak langu. Angkat dan sisihkan. Pindahkan sisa minyak dari penggorengan di tempat terpisah.
3. Masak gula merah, air, asam jawa, gula pasir, kecap manis, garam sampai mengental. Jika hampir mengental masukkan bahan-bahan di no 2.
4. Setelah campuran gula merah mengental, kecilkan api, masukkan kering tempe dan kentang no.1 aduk hingga merata



Udah deh, nyam nyam. Tinggal kalo ada daun pisang, tata nasi dan tetek bengek lauknya nasi bogana diatasnya lalu bungkus dengan tusuk gigi (hehe kalau mau praktis) atau potongan lidi disematkan dikedua ujung bungkusan.

2/07/2013

Kupat Tahu

Ada 3 daerah, setahu CKI, yang "memiliki" kupat tahu. Bandung, Solo dan Magelang. Persamaannya : pasti menggunakan ketupat, tahu (ya iyalah) dan siraman kuah yang manis-pedas. Salah satu perbedaannya : pembuatan kuah kacang. Pada kupat tahu Bandung, kuah dibuat dengan mencampurkan bumbu halus, kacang tanah, terasi, garam dalam air sampai mendidih dan berminyak. Berbeda dengan kupat tahu Magelang, dimana gula merah dan air dimasak dahulu, lalu disaring, dicampur kecap manis kemudian dimasak lagi. Baru kemudian dituang ke ulekan mentah bumbu-bumbu (yang hampir sama dengan kupat tahu Bandung kecuali terasi) yang sudah disiapkan per porsi. Kupat tahu Solo pembuatannya mirip-mirip kupat tahu Bandung, kuah dimasak dengan bumbu-bumbu halus. Namun tidak menggunakan kacang tanah, memakai daun jeruk purut dan mie telor sebagai pelengkap. Untuk lebih jelas resepnya bisa dilihat di Resep Kupat Tahu Bandung, Resep Kupat Tahu Solo dan Resep Kupat Tahu Magelang. Belum pernah mencicipi kupat tahu Bandung dan Solo, jadi nggak bisa membandingkan cita rasanya. Kalau ada yang lebih tentang kupat tahu nusantara bisa sharing di blog ini ya. Baik menambahi atau bahkan meralat :)

Kemarin kami mencoba buat kupat tahu tapi tidak mengikuti pakem yang ada, sedikit bar-bar. Ketupatnya diganti lontong lagi hehe, tapi tak masalah yang penting masih ada tahunya :D. 

Kupat Tahu Ala Kami XD

11/01/2012

Ongol-Ongol

Camilan tradisional satu ini pasti tidak menyisakan rasa bersalah  saat dikonsumsi. Bahan bakunya sederhana dan tidak banyak lemak. Apalagi jika pemanis yang ditambahkan seluruhnya adalah gula aren. Konon kabarnya, pemanis ini tidak cepat menaikkan kadar gula darah (1). Jadi bagus buat yang lagi hati-hati makan yang manis-manis (seperti penderita diabetes). Karena sederhana pula, ongkos bikinnya pun tak mahal dan relatif mudah membuatnya. Yang diperlukan hanya tangan yang rela disuruh mengaduk agak lama dan perhatian ekstra saat pemanasan adonan ongol-ongol, supaya tidak lekas gosong.

Ngemil ongol-ongol tak perlu banyak khawatir
  
Resep dibawah diadaptasi dari punya Odilia Winneke - detikFood.com
Resep Ongol-Ongol
Adonan dasar
Tepung sagu aren     125 g
Air                           375 g
Gula aren                 120 g
Gula pasir                 2 sendok teh muncung
Daun pandan            2 lembar

Taburan
Kelapa parut             sesuka hati
Garam                      sesuka hati

Adonan grunjul-grunjul

Cara Membuat :
1. Lelehkan, panaskan gula aren/gula jawa dengan air (225 ml) dan daun pandan. Diamkan hingga kotoran mengendap.
2. Campur rata tepung sagu aren dengan sisa air. Saring. Campurkan dengan air gula - pandan yang telah disaring terlebih dahulu. Saring lagi.
3. Masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk. Matikan api ketika adonan sudah berwarna cokelat gelap agak bening dan kental (seperti di foto).
4. Cetak di loyang brownies.
5. Setelah set dan dingin, lepas dari cetakan, potong-potong dan taburi dengan kelapa parut kukus yang telah digarami.

Catatan Ublek-Ublek :
1. Sebelum dimasak, semua adonan dasar disaring terlebih dahulu.
2. Air yang tertera di resep sebenarnya lebih. Jumlahnya tidak saya catat, hehe. Pokoknya kalau adonan terlihat terlalu kental, angkat dari api, tambah air sedikit-sedikit (kurang lebih 75 ml), aduk sampai menyatu, panaskan lagi. Begitu seterusnya sampai dirasa kekentalannya pas.
3. Awalnya, adonan mengental tapi warnanya masih cokelat muda (kayak kopi susu gitu warnanya). Terus dipanaskan sambil diaduk-aduk, dijaga jangan sampai gosong.
4. Sebenarnya, saya terlalu nafsu memanaskan adonan sehingga terlalu kental dan susah dicetak rapi. Jadi grunjul-grunjul, seperti di foto. Untunglah taburan kelapa parut telah menyelamatkan penampakan ongol-ongol saya (membela diri :D).
5. Orang rumah bilang ongol-ongol ini enak. Tapi mungkin karena hanya pakai gula aren dan tambahan gula pasir yang sedikit, rasanya sedikit kurang manis.

Sumber :
(1) Artikel "Kenapa Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Pasir?" oleh Vera Barah Bararah tanggal 11 Januari 2011 dari website  http://health.detik.com/read/2011/01/11/075447/1543689/766/kenapa-gula-aren-lebih-sehat-dari-gula-pasir

10/03/2012

Kapurong


Dapat rejeki nomplok...... diminta datang ke wisudanya temen, trus dijamu tu makanan khas Palopo, Sulawesi Tenggara: Kapurong plus es Pisang Ijo.... Pertama sih penasaran ma ni makanan coz lum pernah ngrasain kapurong... Penasaran juga? Ni dia.....
Bahan:
  • Tepung Sagu (untuk kapurong)                                   
  • Terong
  • Janggel/ jagung muda
  • Daun so
  • Kacang panjang
  • Jagung pipilan
Bumbu:
  • Cabai
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Tomat 



(meskipun kalo diminta ngicipin lagi, berpikir 1000x hehehehe) 

Cara Pembuatan:
1. Sayuran dipotong-potong sesuai selera
2. Bawang putih dan bawang merah yang telah dikupas diiris tipis-tipis
3. Cabai dihaluskan dan tomat diiris-iris. Jika ada belimbing wuluh ditambahkan lebih baik
4.  Setelah sayuran dicuci, masukkan ke dalam air mendidih janggael serta kacang panjang terlebih dahulu. Setelah janggael lebih lunak, masukkan sayuran lainnya beserta bumbu cabai, bawang putih dan bawang merah
5. Masak hingga sayuran matang
6. Untuk membuat kapurong, tepung sagu disiram dengan air mendidih. Setelah tepung sagu menjendal, dicampurkan dengan sayur yang sudah jadi 
   

Nuget Ikan Lele....


Kalo yang ini ni, ceritanya anaknya Pak Kadus ngrecokin kita pas fillet ikan lele, coz harus tipis..... jadilah nuget lele yang ma ibu2 petani juga pada suka......
di coba ya.....
          Bahan
            - 1 kg daging ikan lele/nila
            - 50 gr bawang putih
            - 80 gr bawang merah
            - 15 gr garam
            - 10 gr merica
            - 10 gr gula
            - 2 sachet susu
            - 2 gr telur
            - 60 gr tepung terigu

 

Bahan CMC:
CMC 12 gr yang dilarutkan dalam 500 ml air dingin, kemudian ditambahkan:
- Terigu 160 gr
- Maizena 160 gr
- Merica 4 gr
- Garam 6 gr
- Air 200 ml

      Cara Membuat:
- Haluskan semua bumbu, kemudian campur dengan susu
- Daging dicampur dengan telur hingga merata
- Campurkan daging dan bumbu hingga rata
- Tambahkan tepung terigu
- Masukkan ke dalam loyang
- Kukus 30’ (setelah 15’ tekan-tekan loyang hingga air keluar)
- Dinginkan dan potong sesuai keinginan
- Campur dengan CMC
- Lumuri dengan bread crumb

dan inilah tim kami.....
           KKN unit 56 Candibinangun
           Ima, Irfan, Iwan, Ririn, TJ, Yogi

Abon Ikan



Pernah tau tentang abon kan.... Nha, pas KKN lagi ni....... penulis ngublek2 cara gimana cara ngolah lele... n Ini dia hasilnya....

Bahan:
ü  500 gr daging ikan lele/nila segar
ü  12 siung bawang putih
ü  3 siung bawang merah
ü  ½ bungkus santan kara
ü  5 gr jahe
ü  Gula-garam secukupnya
ü  12 gr lengkuas
ü  5 gr kemiri
Cara membuat:
ü  Kukus daging hingga lunak
ü  Tiriskan hingga kering
ü  Hancurkan daging hingga kecil-kecil
ü  Haluskan semua bahan keculi daging dan santan
ü  Goreng semua bahan dengan sedikit minyak
ü  Tambahkan santan, kemudian masak hingga kering dan berwarna coklat
ü  Peras abon hingga hilang minyaknya
ü  Abon siap disajikan