Kamis, 15 November 2012

Sagu Aren


Sagu aren mungkin kalah ngetop dibandingkan tepung terigu. Tapi sebagai orang Indonesia, pasti kita tidak bengong ketika ditanya apakah sudah pernah makan cendol, mie soun, bakso, hunkwe, ongol-ongol. Kuliner-kuliner yang menggunakan sagu aren sebagai bahan bakunya. Tidak sulit menemukan tepung ini. Saya sendiri (eh,mama ding) membeli sagu aren di pasar tradisional. Tepung yang saya beli (eh, mama ding) dikemas secara sederhana (kantong plastik bening saja), tidak terlalu putih dan sedikit kasar.

 
(1) Tepung sagu aren berasal dari batang pohon aren alias Arenga pinnata (nggak mungkin dari pohon mangga kan?).  Ngomong-ngomong tentang Si Aren, hampir seluruh bagian dari tanaman ini bermanfaat. Akarnya bisa untuk obat tradisional, batang untuk berbagai macam peralatan dan bangunan, daun muda/janur untuk pembungkus kertas rokok, buah aren muda untuk pembuatan kolang-kaling, air niranya untuk gula aren favorit saya. Oh ya kabar-kabarnya, tepung sagu aren bisa diolah menjadi aneka makanan yang aman untuk penderita autis (2).
 
Pembuatan sagu aren umumnya dilakukan oleh usaha kecil menengah dengan peralatan yang sederhana. Kalau mau lihat gambaran produksinya bisa dibuka (3) blog Andy MSE. Prosesnya antara lain sebagai berikut :
1. Pembelahan batang yang telah dipotong-potong sepanjang 0,8 m - 1 m menjadi 4 - 6 bagian.  Pohon terpilih adalah yang cukup umur, sehat, dan tidak pernah disadap niranya. Kalau tidak demikian, bisa jadi kualitas sagu berkurang begitu pula kuantitasnya. Pohon yang diambil berusia 40 tahun ke atas (4). Tapi ada juga sumber yang bilang antara umur 15-20 tahun.
2. Pemarutan batang-batang yang telah dibelah menghasilkan serbuk.
3.  Pengadukan serbuk di dalam bak berisi air. Tujuan dari tahap ini adalah melepaskan pati aren dari seratnya.
4. Penyaringan, melalui tahapan ini serat dan larutan pati dipisahkan. Kadang-kadang juga ditambahkan kaporit ke dalam bubur pati yang sedang diendapkan.
5. Pengendapan, proses ini dilakukan selama kurang lebih 12 jam. Hasilnya berupa endapan pati.
6. Pengeringan endapan pati dari proses no 5. Biasanya secara tradisional, melalui penjemuran selama 1-2 hari.
7. Penghalusan pati kering menggunakan mesin penepung menghasilkan sagu aren yang lebih halus dan tidak menggumpal.

Sumber :

(1)  "Kajian Kinerja Mesin Pengaduk pada Proses Pembuatan Pati Aren (Arenga Pinnata Merr.)" oleh Bambang Purwantana, Tri Purwadi, Muhammad Fauzi dalam Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian 18-19 November 2008, Yogyakarta. Sumber website : http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/8313/Bambang%20Purwantana1.pdf?sequence=1
(2) "Sagu Aren" oleh Mr Rizz Yogya, 28 Juli 2010. Sumber website : http://www.autisfoods.com/2010/07/sagu-aren.html
(3) "Melongok Pabrik Tepung Aren" oleh Andy Suhaimi, 31 Januari 2009. Sumber website : http://andy.web.id/melongok-pabrik-tepung-aren.php  
(4) "Mati Suri, Pengolahan Sagu Aren di Desa Jabung" oleh tim Publik Nasional, 7 Januari 2011. Sumber website : http://www.publiknasional.com/index.php?option=com_content&view=article&id=92%3Amati-suri-pengolahan-sagu-aren-di-desa-jabung&catid=36%3Ajawa-timur&Itemid=27


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar