Sabtu, 18 Oktober 2014

Seri Mie Nusantara 1 : Bakmi Godhog

Sekarang cerita kita tentang Bakmi Godhog. Sudah pernah nyicip Bakmi Godhog Kadin yang tersohor di Yogyakarta? Mudah-mudahan sudah dapat gambaran mengenai penampakan bakmi ini. Sebenarnya tempat makan bakmi godhog yang enak bukan hanya di Bakmi Kadin, bukan pula hanya di Yogyakarta, daerah-daerah di Jawa Tengah (misalnya Solo, Semarang) dan Jawa Timur bahkan Jakarta juga dapat ditemui. Pada beberapa tempat makan yang masih mempertahankan metode tradisional, wajan besi yang digunakan tidak terlalu besar dan bakmi dimasak per porsi. Memasaknya pun masih menggunakan anglo tanah liat dan arang. Walaupun kedengaran kurang praktis, konon kabarnya metode tersebut turut meningkatkan cita rasa dari bakmi godhog. Ciri khas bakmi ini berkuah (godhog artinya rebus dalam bahasa Jawa), namun kuahnya nggak sampai menenggelamkan mie-nya (istilahnya nyemek). Bumbu-bumbu yang digunakan relatif sederhana yaitu bawang putih, beberapa resep menambahkan bawang merah. Selain itu juga ditambah dengan kemiri, ebi kering, merica, dan garam. Ciri yang paling kuat dari bakmi godhog yaitu kuahnya! Dibuat dari kaldu ayam kampung pilihan yang lezat. Ya, ayam kampung memberikan cita rasa yang plus plus dibanding ayam negeri. Tapi itu kata mama saya, kalo untuk saya pribadi yang omnivora dan kurang peka, dua-duanya nggak ada beda hihi. Sebagai pelengkap bisa ditambah orak-arik telur (ingin mantap pakai telur bebek), bihun, bakso sapi, kol, sawi, dan tomat segar iris. Menjelang disantap, perkaya bakmi ini dengan taburan bawang goreng, emping, irisan rawit hijau dan acar timun. Berikut resep a la mama saya. Sebelum ditumis bawang putih dan kemiri direbus sebentar terlebih dahulu. Katanya supaya langu bawang putihnya nggak terlalu kuat. Begitu juga secara terpisah, daging ayamnya. Setelah cukup empuk dan matang (rebus dengan api kecil supaya kaldunya keluar), suwir-suwir ayamnya, sisihkan beserta kaldu (dalam resep ini saya beri nama ayam suwir beserta kuah). Bila kita tidak mau menggunakannya saat ini, bisa disimpan di freezer. Sewaktu-waktu mau bikin, tinggal cemplung. Bakmi godhog enak disajikan hangat-hangat, sebaiknya kita masak menjelang waktu makan. Beberapa bahan banyak minus di resep ini hehe, kalian bisa menambahkan sendiri sesuai selera :)



Resep Bakmi Godhog 

Bahan :
Mie kering (Misal Cap Ayam 2 Telur/ Mie Telur 3 Ayam)  1 bungkus
Ayam suwir beserta kuah  1/2 ekor ayam
Kol  1/2 buah (iris tipis kasar) 
Tomat merah segar 1 buah (potong ukuran sedang)
Daun bawang ukuran besar 1 buah (iris serong)
Telur ukuran besar  1 butir
Merica  secukupnya
Kaldu ayam bubuk  1/2 bungkus kecil
Garam   secukupnya
Minyak untuk menumis  secukupnya

Bahan yang Dihaluskan :
Bawang putih rebus  4 siung besar
Kemiri  3 butir

Bahan Pelengkap :
Bawang goreng
Acar timun
Cabe rawit hijau

Cara Membuat :

1. Rebus mie kering sampai matang, tapi jangan kelunakkan karena akan dimasak lagi. Tiris dan sisihkan.
2. Tumis bawang putih dan kemiri halus sampai matang dan tidak langu. Masukkan telur, orak arik sampai matang.
3. Masukkan irisan bakso dan rebusan ayam suwir. Jika kaldunya kurang bisa ditambah air secukupnya. Rebus sampai mendidih. Masukkan irisan kol. Aduk rata.
4. Beberapa saat setelah irisan kolnya masuk (jangan kematengan kolnya), masukkan mie no.1, irisan daun bawang, garam, merica, dan kaldu ayam bubuk. Icip-icip, masih kurang garam atau merica-kah bakmi godhog ini. Masak sebentar biar bumbu meresap.
5. Terakhir menjelang matang, masukkan irisan tomat. Intinya jangan memasukkan tomat terlalu awal supaya kuahnya nggak asem-asem gitu.
6. Bakmi Godhog Yogya siap disantap dengan taburan bawang merah goreng, acar timun, dan irisan cabe rawit hijau.

Sajian : 5 - 6 porsi

Silakan dicoba resepnya, sebenarnya bisa dikutik-kutik sesuai selera kalian. Kalau ada yang kenal dan ingin berbagi tentang bakmi godhog bisa cerita-cerita disini :)







1 komentar: