Minggu, 14 Oktober 2012

Tahu Sumedang

Apa yang membuat tahu sumedang disukai? Perbedaan tekstur antar bagian dalam dan luarnya! Ketika digigit, bagian luar akan terasa kering-renyah sedangkan dalamnya  lembab-lembut. Sayang sensasi ini hanya bisa dinikmati saat tahu masih hangat-hangatnya dari penggorengan. Jika tahu dingin dan telah disimpan lama, kurang sip, tapi masih enak sih :D Ukuran yang kecil-kecil ditambah rasanya yang gurih-gurih gimanaaa gitchu, pasti bikin kita ketagihan. 


Tahu Sumedang yang nggak kopong

Walaupun ada embel-embel Sumedang, tahu sumedang diciptakan pertama kali oleh warga keturunan Cina. Kata tahu sendiri berasal dari bahasa Cina yaitu Tao Hu (Tao : Kacang ; Hu : Lumat) yang sering juga disebut lidah eh, daging tak bertulang. Tersebutlah Ong Kino, seorang imigran Cina yang hidup di Sumedang terinspirasi membuat tahu dari bahan dasar kedelai, karena cintanya sang istri dengan makanan tersebut. Mula-mula tahu yang dibuat terlalu besar dan disiasati dengan dibelah menjadi empat. Kemudian Ong Kino memberi garam ke potongan tahu persegi tersebut. Sekitar tahun 1900-an, tahu Cina ukuran kecil tersebut mulai dipasarkan Ong Bun Keng, anak dari Ong Kino. Bupati Sumedang kala itu, Pangeran Aria Soeriatmadja sampai memuji tahu buatan Ong Bun Keng, Ngeunah ieu kadaharan teh. Mun dijual pasti payu (Makanan ini enak. Kalau dijual pasti laku). Usaha yang dikelola Ong Bun Keng pun semakin maju dan hingga sering disebut Tahu Bun Keng. Tahu ini menjadi cikal bakal tahu sumedang. Awal hanya dikerjakan keluarga hingga akhirnya bisa menyerap tenaga kerja sekitar (1).

Bagaimana cara membuat tahu sumedang (2)? 
Tidak jauh berbeda dengan membuat tahu biasa, namun sebelum menjadi produk akhir, tahu digoreng terlebih dahulu. Berikut ini secara singkat proses pembuatannya :
1. Pembuatan sari kedelai
Pembersihan kedelai dari kotoran, perendaman kedelai, pemisahan kedelai hasil rendaman dari air, penggilingan kedelai, pemasakkan bubur kedelai, pemisahan sari kedelai dengan ampas.
2. Penggumpalan dan pengendapan
Penambahan bahan penggumpal (biang, cuka, batu tahu) ke sari kedelai yang masih panas, pengadukkan sampai terbentuk gumpalan, pemisahan gumpalan yang mengendap dari cairan sisa. Cairan sisa ini sebagian disimpan untuk digunakan sebagai biang. 
3. Penyetakan dan pengepressan
Gumpalan tahu yang  dicetak lalu dipress (ditekan) dan didiamkan hingga cairan sisa benar-benar berkurang.
4. Pemotongan dan penggorengan
Padatan tahu yang telah dipress kemudian dipotong-potong kecil, direndam dalam larutan bumbu. Setelah ditiriskan, tahu digoreng dalam minyak yang banyak dan panas.

Apa yang membuat tahu sumedang enak (3)?
1. Kualitas air yang digunakan. Air di wilayah Sumedang baik untuk pembuatan tahu karena banyak mengandung kalsium sehingga tahunya kenyal.
2.Tahu harus dimasukkan kedalam minyak yang banyak dan benar-benar panas.
3.Tahu sumedang berkulit berintik dihasilkan dari penggorengan tahu yang masih basah.
4. Kebersihan peralatan. Ada sisa kedelai bisa membuat seluruh adonan menjadi asam.


Kemasan tradisional yang khas

Mau cari tahu sumedang yang enak? Pergilah ke Sumedang, Jawa Barat karena di daerah tersebut kuliner ini menjadi khas. Tapi bila Anda di Jakarta, kami merekomendasikan sebuah tempat pembuatan dan penjualan tahu sumedang enak di dekat Balkesmas Panti Nugraha, Cilandak, Jakarta Selatan. Posisinya juga dekat gado-gado turunan yang yahud pula. Namanya Tahu Sumedang Pak Karna. Disini kita bisa berkesempatan menikmati sensasi  yang kami ceritakan diatas, yaitu saat tahu sedang hangat-hangatnya. Tekstur tahu pas di lidah sepaket dengan citarasanya yang gurih. Tahu sumedang Pak Karna dibungkus dalam kemasan tradisional. Oh ya, disini kadang juga dijual tahu sumedang yang diisi dan lontong oncom. Kalau lagi lapar tapi malas makan-makan berat cobalah :

gigit sepotong tahu sumedang hangat bersama cabai rawit hijau, jangan keburu ditelan sebelum Anda mengikutsertakan lontong oncom ke dalam mulut.  Nyam...


Sumber :

(1) Artikel "Legenda "Bun Keng" Tahu Sumedang" oleh tim Pemerintah Kabupaten Sumedang pada tanggal 24 Januari 2011 dari website http://www.sumedangkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=188&Itemid=141
(2) Artikel "Cara Membuat Tahu Sumedang yang Enak dan Bergizi" oleh Candra Winata pada tanggal 6 Februari 2012 dari website http://tahusumedangantar.blogspot.com/2012/02/cara-membuat-tahu-sumedang-yang-enak.html
(3) Artikel "Tahu Sumedang, Lezat Berkat Air Tampomas" oleh Cornelius Helmy pada tanggal 7 Januari 2012 dari website http://travel.kompas.com/read/2012/01/07/06465637/tahu.sumedang.lezat.berkat.air.tampomas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar